Semua Manusia Adalah Marketing

Semua Manusia Adalah Marketing

Setiap manusia pasti melakukan kegiatan menjual dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ada yang menjual dalam bentuk barang maupun menjual dalam bentuk jasa.  Aktifitas jual beli akan tetap ada sampai manusia ini menjadi tiada.  Adapun yang mendasarinya adalah kebutuhan masing masing individu yang harus tetap dipenuhi, Bagi seorang individu aktifitas membeli adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan aktifitas menjual adalah untuk membuat daya beli itu sendiri menjadi ada, dengan kata lain dengan menjual barang ataupun jasa seseorang akan mendapatkan hasil berupa sejumlah nilai uang atau barang yang dapat digunakan sebagai alat atau bahan untuk menukar atau membeli kebutuhannya. Sehingga tidak ada membeli tanpa menjual, begitu sebaliknya tidak ada menjual tanpa membeli, ibarat mata sisi mata uang yang saling melengkapi.  Dapat disimpulkan bahwa kita semua makhluk yang bernama manusia yang ada dimuka ini adalah penjual dan pembeli alias marketing.

Tidak bisa dipungkiri aktifitas marketing adalah ruh dalam setiap lembaga bisnis apapun bentuknya, tidak jualan bukan bisnis namanya tapi lembaga sosial.  Bisnis itu bisa dikatakan sukses dan bagus bila mampu melakukan penjualan produk barang dan jasanya, walaupun terkesan sederhana, namun sebaliknya bila sebuah bisnis walaupun kantornya mewah, karyawannya banyak, peralatannya lengkap, pabriknya besar,  modalnya kuta, namun tidak bisa jualan sama saja bukan bisnis namanya selain menuju kehancuran. sehingga dapat disimpulkan bahwa aktifitas jualan alias marketing harus mendapat prioritas utama dalam membangun lembaga bisnis apapun bentuknya dan bidangnya. karena dengan aktifitas jualan atau memasarkan produk bisnis itulah sehingga bisnis akan tetap hidup dan berkelanjutan (continuable), melalui profit hasil penjualan sehingga dapat digunakan untuk membiayai kegiatan operasionalisasi bisnis dan aktifitas produksi selanjutnya. 

Dengan pentingnya urusan jualan/marketing ini dalam majunya sebuah bisnis, harus mendapat porsi perhatian yang lebih dominan dalam pengerahan sumber daya perusahaan, baik waktu, tenaga, pikiran, biaya, modal, kesempatan, ilmu dan sumber daya pendukung lainnya. 

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar